Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAS Al Fattah dalam ajang lomba karya tulis ilmiah BIOTIC 12th tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, pada hari Minggu awal Februari. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah menengah dan bertujuan mendorong budaya riset serta inovasi ilmiah di kalangan generasi muda melalui kompetisi karya tulis bertema “Empowering Future Biologists through Innovation, Knowledge, and Sustainable Thinking”
Ajang BIOTIC menjadi ruang aktualisasi bagi murid untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan secara sistematis. Dalam kegiatan tersebut, dua tim dari SMAS Al Fattah berhasil lolos ke babak final setelah melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari penilaian abstrak hingga full paper. Keberhasilan ini menunjukkan konsistensi sekolah dalam membina literasi riset dan penalaran ilmiah peserta didik.
Pembimbing kegiatan, Nurul Istiqomah, menyampaikan bahwa kedua tim menunjukkan kesiapan akademik yang sangat baik. Menurutnya, proses penelitian dilakukan berulang kali untuk memastikan validitas data dan ketajaman analisis. “Kedua tim berinovasi dengan mengangkat isu Pengelolaan Limbah, Ekoteknologi, dan Pengembangan Bioindustri. Hal ini sejalan dengan adanya SDGs untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Adapun dua tim yang lolos ke final adalah Tim KARSAGATA yang beranggotakan Maulida Zakia Amelia dan Asfa Fikria Salsabila, serta AL FATH Team yang beranggotakan Vea Nurlita Afianti dan Balqis Aulia Adelia Putri. Semua merupakan murid kelas 12. Tim KARSAGATA mengusung karya berjudul Oniogreen, yang meneliti formulasi gelatin dan gel lidah buaya terhadap sifat fisik serta mekanik bioplastik biodegradable berbasis kulit bawang bombai. Sementara itu, AL FATH Team menghadirkan karya Aroma Block, inovasi pengharum ruangan alternatif berbasis biochar dari kulit buah busuk.
Dalam sesi presentasi, Tim KARSAGATA memperoleh tambahan waktu pemaparan karena poster karya tulis mereka meraih apresiasi publik melalui media sosial dengan perolehan dukungan terbanyak di posisi tiga besar. Capaian tersebut turut mengantarkan tim ini meraih predikat Juara Harapan Dua, sebuah pencapaian yang memperkuat reputasi sekolah di tingkat regional. Kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan wawasan, kepercayaan diri, serta kemampuan berpikir kritis dan komunikatif.


0 Komentar