SIDOARJO – Suasana khidmat dan penuh budaya mewarnai kegiatan Jumat Literasi di SMAN 1 Porong hari ini. Bukan sekadar rutinitas membaca, kegiatan kali ini menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya buku kumpulan puisi bahasa Jawa (Geguritan) berjudul "Mikul Duwur Mendem Jeruh".
Buku antologi ini merupakan buah karya kolaboratif yang luar biasa, melibatkan 150 siswa dan 11 guru SMAN 1 Porong. Judul Mikul Duwur Mendem Jeruh dipilih bukan tanpa alasan; filosofi Jawa ini mencerminkan semangat keluarga besar sekolah untuk menjunjung tinggi kehormatan dan menghargai nilai-nilai luhur melalui karya sastra.
Sinergi Siswa dan Guru
Peluncuran ini menjadi bukti nyata bahwa budaya literasi di lingkungan SMAN 1 Porong telah mendarah daging. Keterlibatan 150 siswa dari berbagai kelas menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap pelestarian bahasa daerah. Didampingi oleh 11 guru penulis, proses kreatif pembuatan buku ini menjadi sarana transfer ilmu dan nilai estetika yang efektif.
"Karya ini adalah wujud penghormatan kami terhadap budaya literasi. Melalui geguritan, siswa tidak hanya belajar menulis, tapi juga belajar menyelami rasa dan budi pekerti," ujar salah satu perwakilan guru penulis dalam sambutannya.
Proses Kreatif yang Menginspirasi
Selama kegiatan berlangsung, beberapa perwakilan siswa membacakan karya mereka di hadapan seluruh warga sekolah. Penampilan tersebut menambah kekentalan nuansa budaya Jawa dalam acara Jumat Literasi ini.
Diharapkan, peluncuran buku "Mikul Duwur Mendem Jeruh" dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya. Keberhasilan menerbitkan buku di tingkat sekolah ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan monumental.
Acara ditutup dengan prosesi penyerahan buku secara simbolis kepada pihak perpustakaan sekolah agar dapat dinikmati dan dipelajari oleh seluruh siswa di masa mendatang.


0 Komentar