Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kembali menjadi saksi lahirnya prestasi pelajar nasional melalui ajang FAI Got Talent yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Kampus I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam Umsida sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter pelajar serta guru dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang FAI Got Talent yang telah berlangsung secara konsisten selama lebih dari satu dekade ini mengusung tema Menyalakan Cahaya Peradaban Melalui Kreativitas dan Keteladanan Generasi Qurani. Tema tersebut menegaskan komitmen Fakultas Agama Islam Umsida dalam dakwah, pendidikan, serta kaderisasi generasi muda Islam yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Sekitar 1200 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan daerah, dengan didampingi guru pembimbing serta didukung oleh jajaran pimpinan universitas, dewan juri, perwakilan sponsor, dan sivitas akademika Umsida.
Beragam cabang lomba disajikan untuk mengakomodasi potensi peserta, antara lain Tahfidz, Dai Muda, Arabic Story Telling, Inovasi Media Pembelajaran, Kaligrafi, Olimpiade Ekonomi Islam, serta Olimpiade Pendidikan Agama Islam. Kompetisi ini terbuka tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga guru, sehingga mendorong kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Pondok Pesantren Al Fattah turut berpartisipasi aktif dalam ajang ini. Sejumlah santri tingkat menengah pertama dan menengah atas mewakili pesantren pada berbagai cabang lomba. Partisipasi tersebut membuahkan hasil membanggakan. Dua santriwati tingkat menengah atas berhasil meraih prestasi, yakni juara utama Olimpiade Pendidikan Agama Islam dan juara harapan 2 pada cabang Arabic Story Telling. Keduanya merupakan santri kelas sebelas putri yang dinilai unggul dalam penguasaan materi dan kepercayaan diri.
Pengasuh pesantren menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan pembelajaran agama Islam di pesantren telah terintegrasi dengan baik. Kurikulum kepesantrenan yang diterapkan dinilai mampu membentuk pemahaman mendalam sekaligus mendorong prestasi santri di tingkat nasional. Santri yang belum meraih juara tetap mendapatkan apresiasi dan motivasi karena telah menjadi wakil pesantren dalam ajang bergengsi ini.



0 Komentar