Ad Code

Wujudkan SDGs, Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Rebranding Produk UMKM di Dusun Brau

SMA Progresif Bumi Shalawat - Sebanyak 23 siswa SMA Progresif Bumi Shalawat mengikuti program Students Sustainable Movement yang berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Dusun Brau pada 19-24 April 2026. 

Mereka terjun langsung melakukan program rebranding produk UMKM melalui observasi produksi susu, repacking, reselling, dan pembuatan konten sebagai bentuk dukungan promosi terhadap UMKM lokal.

Dusun Brau dipilih karena di sana menjadi sentra peternakan sapi perah di Kota Batu. Wilayah dataran tinggi tersebut ditempati 600 penduduk. 

“Sedangkan jumlah sapinya sekitar 2.500 ekor,” kata Munir, ketua Koperasi Susu Margo Makmur Mandiri.

Kurang lebih 98% warga di di sana berprofesi sebagai peternak sapi perah. Melalui Koperasi Margo Makmur Mandiri (KM3), hasil produksi susu warga dikelola dan didistribusikan secara lebih terstruktur dan terarah. Perkembangan ini turut mendorong perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik.

Adapun produk olahan yang dikelola koperasi meliputi susu pasteurisasi dan keju mozarella. Sementara itu, berbagai produk turunan seperti susu pasteurisasi aneka rasa (strawberry, cokelat, melon, matcha, dan vanila), milk candy, milk stick, hingga es krim merupakan hasil inovasi UMKM masyarakat setempat.

Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara koperasi dan UMKM yang sejalan untuk bekerjasama dalam mengoptimalkan potensi susu sebagai produk unggulan daerah.

Produk susu dari Koperasi Dusun Brau tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga disuplai ke sejumlah pabrik pengolahan susu di luar Kota Batu sebagai bagian dari rantai distribusi industri. 

Siswa SMASIF saat belajar langsung cara beternak sapi

Siswa juga dilibatkan dalam proses tersebut melalui kegiatan observasi dan pemaparan langsung, sehingga menjadi sarana pembelajaran di lapangan.

Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, yakni science, education, dan UMKM. Setiap kelompok dalam program ini diarahkan untuk berkontribusi pada tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) tertentu. 

Kelompok science berfokus pada SDGs nomor 12 (Responsible Consumption and Production), kelompok education mengacu pada SDGs nomor 4 (Quality Education), sedangkan kelompok UMKM berfokus pada SDGs nomor 8 (Decent Work and Economic Growth).

Adapun siswa yang tergabung dalam tim UMKM terlibat langsung dalam proses pengolahan susu hingga tahap pengemasan.

Para siswa melakukan praktik mengelola susu sapi

“Saya sangat senang karena kalian bisa berdiskusi langsung dengan pekerja di koperasi ini,” ujar Munir.

Selain itu, tim UMKM juga menjalankan program kerja berupa pembuatan konten promosi digital melalui akun @brauexperience di Instagram dan TikTok. Konten yang dibuat berupa video pengenalan produk untuk menarik minat konsumen dan memperluas jangkauan pemasaran.

“Dari kampung preman menjadi kampung susu,” tambah Munir. 

Perubahan tersebut tidak terjadi secara langsung, tetapi melalui proses yang bertahap. Proses itu berjalan seiring dengan semangat para penduduk mengelola potensi lokal yang kini menjadi sumber penghidupan utama mereka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang menguatkan keterampilan kewirausahaan dengan melakukan rebranding UMKM lokal di Dusun Brau. Melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi hingga pemasaran, para santri memperoleh pengalaman nyata dalam memahami pengelolaan usaha.



Posting Komentar

0 Komentar