Ad Code

Semangat Kartini di SMAN 1 Porong: Potret Kecerdasan Guru Perempuan dan Kreativitas Guru Laki-Laki

 


SIDOARJO – Suasana di SMAN 1 Porong tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya pada Selasa (21/4). Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sekolah tidak hanya menggelar lomba bagi para siswa, tetapi juga menghadirkan kompetisi unik yang melibatkan seluruh jajaran guru dan staf.

Acara yang mengusung semangat emansipasi dan kebersamaan ini sukses menciptakan gelak tawa sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah.



Cerdas Cermat: Ajang Pembuktian Wawasan Guru Perempuan

Jika biasanya para guru memberikan pertanyaan kepada siswa, kali ini giliran para guru perempuan yang berada di posisi "kursi panas". Dalam Lomba Cerdas Cermat, para tenaga pendidik perempuan ini saling beradu cepat dan tepat dalam menjawab berbagai pertanyaan.

Materi yang dilombakan pun beragam, mulai dari sejarah perjuangan R.A. Kartini, pengetahuan umum, hingga wawasan seputar dunia pendidikan. Persaingan berlangsung sengit namun tetap sportif, menunjukkan bahwa semangat literasi dan kecerdasan adalah pondasi utama Kartini masa kini.



Membuat Rujak Manis: Kreativitas "Kartono" SMAN 1 Porong

Ada pemandangan menarik yang menghiasi perayaan Hari Kartini di SMAN 1 Porong tahun ini. Jika biasanya dapur dan urusan meracik makanan identik dengan kaum hawa, kali ini para guru laki-laki justru tampil kompak dan rukun dalam lomba membuat rujak manis yang digelar di halaman sekolah.

Kegiatan ini menjadi simbol dukungan para "Kartono" terhadap semangat emansipasi, sekaligus menunjukkan bahwa kerja sama tim dan kerukunan tidak mengenal batas gender.

Memasak dengan Rukun dan Ceria

Sejak peluit perlombaan dimulai, suasana kekeluargaan sangat terasa. Tidak ada kesan kaku; para guru laki-laki ini justru berbagi tugas dengan sangat harmonis. Ada yang bertugas mengupas buah kedondong dan mangga muda, sementara yang lain fokus menghaluskan bumbu kacang dan gula merah dengan ulekan manual.

Gelak tawa pecah saat beberapa guru saling mencicipi bumbu untuk memastikan tingkat kepedasan yang pas. Meski berkompetisi, aroma persaingan tertutup oleh rasa kebersamaan. Mereka saling membantu memberikan saran dekorasi piring agar sajian rujak manis tersebut tampak menggugah selera.



Menjunjung Tinggi Kebersamaan

Kepala SMAN 1 Porong menyampaikan bahwa keterlibatan guru dalam lomba ini adalah bentuk teladan bagi para siswa. "Hari Kartini adalah momentum untuk menghargai peran satu sama lain. Guru perempuan menunjukkan kecerdasannya, dan guru laki-laki menunjukkan dukungannya melalui kreativitas dan kebersamaan," ungkapnya.

Perayaan ini ditutup dengan makan rujak bersama hasil karya para guru, yang menjadi simbol manisnya keharmonisan di lingkungan SMAN 1 Porong. Dengan semangat Kartini, SMAN 1 Porong terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan penuh semangat kekeluargaan.

sumber : humassmanip

Posting Komentar

0 Komentar