SMA Progresif Bumi Shalawat — Kebanggaan kembali datang dari SMA Progresif Bumi Shalawat (SMASIF). Kali ini bukan dari jalur akademik, melainkan dari panggung inovasi internasional. Dua tim siswa SMASIF berhasil meraih medali emas dalam ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026: Asian Youth Innovation Awards (AYIA) yang digelar di World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9–11 April 2026.
Dua tim SMASIF sukses membawa pulang medali emas dari dua kategori berbeda. Tim MinerSafe meraih gold medal di kategori Safety and Security, sementara Tim Nexlab meraih gold medal di kategori Education Technology and Pedagogy.
Tim MinerSafe terdiri dari empat siswa, yaitu Muhammad Izyan Adly Absyari (XI S2), Imam Syafi'i (X2), Muhammad Saif Zuhairi (X ICP 2), dan Muhammad Arfad Robbani (XI S2).
Sementara itu, Tim Nexlab juga beranggotakan empat siswa, yaitu Rafa Putra Ro'uf sebagai ketua tim (X IUPP 2), Alby Zada Waisnawa (X IUPP 2), Alriza Ahmad Zaidan (X ICP 2A), dan Naufal Taufiqul Hafizh (X ICP 2F).
Delapan siswa ini rata-rata masih duduk di kelas X dan XI. Tentu ini menjadi awal yang baik, masih kelas X, tapi sudah memberi kesan positif dengan prestasi di tingkat internasional.
Medali yang mereka bawa menjadi hasil jerih payah yang mereka lakukan. Sebelum berangkat ke Malaysia, mereka melakukan banyak hal, mulai dari mencari referensi, diskuisi, menyiapkan produk, menuliskannya menjadi jurnal, dan beberapa persiapan lain dengan matang.
“Kami hanya memberi stimulus dan memberi wadah saja. Untuk selebihnya, mereka yang tidak pernah lelah mencari tahu banyak hal tentang inovasinya,” jelas Fikri, guru Riset SMASIF.
MTE 2026 diselenggarakan di World Trade Centre Kuala Lumpur, Malaysia. Ajang ini diinisiasi oleh Professional Trade Exhibitions & Meeting Planners (PROTEMP) dan telah diakui sebagai salah satu marketplace inovasi terkemuka di Asia.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2001, MTE konsisten menjadi panggung bagi para inovator muda, peneliti, startup, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk unjuk karya dan mendapatkan pengakuan global. Tahun ini menjadi tahun ke 25 dan sudah melahirkan banyak inovator-inovator mudah di bidangnya.
MTE bukan kompetisi sembarangan. Ajang ini mempertemukan para inovator terbaik dari seluruh Asia dalam satu panggung bergengsi, di mana setiap inovasi dinilai langsung oleh juri internasional yang berpengalaman. Meraih medali emas di dua kategori sekaligus berarti kedua tim berhasil meyakinkan para juri bahwa inovasi mereka layak bersaing dan unggul di tingkat internasional.
Ini juga membuktikan bahwa siswa dari pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan menghasilkan karya teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

0 Komentar