Ad Code

INOVASI Sekolah Gelar No Backpack Day : Melatih Kreativitas, Empati, dan Kepedulian Lingkungan Siswa Kelas XI di SMA Plus Darma Siswa Waru

  

INOVASI Sekolah Gelar No Backpack Day : Melatih Kreativitas, Empati, dan Kepedulian Lingkungan Siswa Kelas XI di SMA Plus Darma Siswa Waru


Waru, 3 Oktober 2026 — SMA Plus Darma Siswa Waru memperkenalkan inovasi sekolah melalui kegiatan No Backpack Day pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di lingkungan sekolah. Kegiatan yang diikuti sekitar 33 peserta ini mengajak siswa membawa buku dan perlengkapan belajar menggunakan wadah pengganti tas yang unik dan kreatif.

No Backpack Day menjadi salah satu bentuk kegiatan inovatif untuk menciptakan suasana sekolah yang lebih menyenangkan. Siswa diberikan kesempatan untuk menggunakan berbagai benda sebagai pengganti tas, seperti kardus, ember, maupun wadah lain yang aman dan sesuai untuk membawa perlengkapan belajar.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Sejumlah siswa menilai No Backpack Day merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan seru karena memberikan pengalaman berbeda dari kegiatan sekolah sehari-hari. Siswa juga ditantang untuk berpikir kreatif dalam menentukan wadah yang akan digunakan.

Narasumber kegiatan, Bapak Rendra Yulio Pratama, M.Pd., menyampaikan bahwa No Backpack Day memiliki sejumlah manfaat bagi perkembangan siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran karakter dan kreativitas.

"Melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih kreatif, percaya diri, dan mampu menciptakan sesuatu yang berbeda," ujar Rendra.

Menurut Bapak Rendra, terdapat beberapa manfaat utama No Backpack Day, yaitu:

  • Melatih kreativitas siswa melalui penggunaan wadah yang tidak biasa.
  • Mencairkan kejenuhan dengan menghadirkan suasana belajar yang berbeda.
  • Membangun kepercayaan diri karena siswa berani tampil dengan ide kreatif.
  • Menambah wawasan dan pengalaman melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.

No Backpack Day juga memiliki latar belakang sosial. Gerakan ini diperkenalkan oleh Mongai Fankam pada 2012 setelah ia melihat anak-anak di wilayah kurang beruntung harus membawa perlengkapan sekolah tanpa tas. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan sebagai kegiatan untuk menumbuhkan empati terhadap kesenjangan akses pendidikan.



Pelaksanaan kegiatan di SMA Plus Darma Siswa Waru juga dinilai sejalan dengan semangat pendampingan sekolah oleh pengawas pembina dan Dinas Pendidikan. Inovasi sekolah semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan menyenangkan.

Kegiatan No Backpack Day diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan yang menyenangkan, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai inovasi sekolah yang mendorong kreativitas, kepercayaan diri, kepedulian, dan pengalaman belajar positif bagi siswa.

Posting Komentar

0 Komentar